Abstraksi

Ok, hari ini adalah ulang tahunnya Indonesia yg ke-66 sejak 17 Agustus 1945. Ulang tahun disini sama artinya dgn ulang tahunnya kamu-kamu semua, yaitu hari kelahiran, dimana Indonesia lahir sbg sebuah negara bangsa (ato dlm bahasa internasionalnya mh nation-state) yang kemerdekaannya telah diakui oleh berbagai negara yg ada di Bumi ini. Seneng dong kita uda merdeka.😀 Well, katanya sih, kita ini uda merdeka, tp apa bener? Yah, klo diliat lewat pandangan historisnya (bahasanya pa RMT keluar nie), Indonesia emang uda merdeka, merdeka berkat kepemimpinan pa Presiden Soekarno, dibantu oleh wapres nya – Bung Hatta, juga semangat juang nya rakyat Indonesia melawan penjajahan.

Nah, itu sih merdeka lewat pandangan historis, sedangkan pandangan realistisnya saat ini ky gimana? Let’s see… pengemis, banyak bgt… gelandangan juga banyak… anak jalanan (yg emang terlantar, bukan yg milih untuk jd anak jalanan) ga pernah kedengeran “nambah sedikit”, yg selalu kedengeran pasti “walah, nambah banyak aja anak jalanan”… orang-orang miskin, kurangnya pendidikan, sarana masyarakat yg ga terjaga, dst dst dst, masih buanyak bgt. Well, katanya sih pemerintah jg menangani mereka-mereka, tp koq ga keliatan dampaknya? Apa pemerintah uda bener-bener berusaha mensejahterakan masyarakatnya ato masyarakatnya yg pengen selalu eksis dgn keadaan seperti itu? Aku sih ya mana tau, aku kan bkn Allah SWT yg Maha Tahu (dan ini adalah jawaban paling logis saat seseorang – dlm kasus ini, aku – males buat nyari tau). Hahaha.

Research question

Sorry, salah tulis. Ini bukan research, jd seharusnya ga ditulis “research question”. Mungkin lebih tepat klo ditulis sebagai “pertanyaan ku” ato klo pake bahasa Inggris (supaya rada keren) jd “my Question”. Hmm, dari abstraksi – ga jelas – seadanya yg ku tulis diatas, aku punya sebuah pertanyaan (sebenernya ga ‘sebuah’ sih, di abstraksi banyak tanda tanya kan? Tapi aku fokusin ke satu pertanyaan aja supaya ga lieur bikin bagian isi nya).

My question is, knp dulu tuh Indonesia subur makmur dan dinyatakan merdeka, sedangkan kenyataannya saat ini, ya kaya gini?

Isi (pembahasan)

Nah, itu tadi pertanyaan ku. Klo diuraikan maksud dari kata “ya kaya gini?” dari pertanyaan ku tersebut, coba kita liat skrg, korupsi dimana-mana, pihak ini tunjuk itu – pihak itu tunjuk ini, tanggung jawab diemban untuk dibuang, banyak berita – banyak ketidakpastian, pengusiran paksa atas tanah yg ditinggali, kehijauan yg semakin abu-abu, penis 17 tahun masuk ke vagina 10 tahun, rokok dijual untuk yg uda berumur 18 tahun ke atas – dihisap oleh yg berumur 18 tahun ke bawah, orang luar belajar di Indonesia dikasi fasilitas yg ‘wah’ – orang kita belajar disini dikasi fasilitas yg ‘yaaah’, orang luar mencoba berbaur dgn orang kita – orang kita mencoba menjauh dari orang luar (not to mention), wah banyak lah, males nyebutin satu-persatu hal buruk di dunia ini.

Balik lagi ke awal, dulu kita merdeka, ya. Knp ku bilang ‘dulu’? Soalnya skrg yg merdeka bisa (oleh ku) disebut cuma sebagian dari 1 bagian Indonesia. Orang kaya nambah kaya, orang miskin nambah miskin. Sebenernya itu suratan takdir bagi yg mau berusaha dan pasrah apa adanya. Negara ini ga menganut marxisme sih, tapi aku suka pandangan itu, dan klo ku liat lewat teori nya si om Marx ini, orang atas terus aja ngeliat ke atas, ai bawahnya mh ya gitu weh, saayana weh *seadanya saja*. Dipeduliin sih, tapi berapa orang dari sekian banyak orang yg peduli ama bawahnya itu?

Aku, menurut ku sendiri, aku dan keluarga ku sudah merdeka. Merdeka dalam artian, bisa menikmati hidup dgn berkecukupan. Merdeka dgn duduk santai sambil baca koran, merdeka dgn menikmati oksigen dari taman di depan rumah. Hal yg simple, namun kami merdeka. Andaikan orang-orang mau melihat sisi positif dari setiap kejadian yg dialaminya, ku rasa mereka jg akan merdeka as well.

Aku ga mau munafik, aku jg cuma peduli ama orang-orang bawah yg emang mau berusaha (walau sendirinya kaga keliatan usahanya apaan ==”), tp apa yg bisa dilakukan oleh seorang aku yg ga punya kekuasaan atas Indonesia? Apa yg bisa dilakukan oleh seorang aku yg ga berani spending some money to Starbucks krn menyangkut kehidupan ku untuk 1 minggu? Apa yg bisa dilakukan oleh seorang aku yg cuma bisa ngomong lewat tulisan? Terlebih, cuma lewat tumblr.com ini pula (hell yeah, I love anonymity effect even it is sucks).

Ide, pemikiran, perlakkuan nyata dan identitas diri sbg agent of change yg lebih sering disebut sbg mahasiswa, ini mungkin bisa dilakukan oleh seseorang ky aku (tp semua orang yg emang mau membangun negara ini jd lebih baik ku sebut jg sbg agent of change, sorry for being not consistent).

Nah, gmn caranya utk menjadi seorang agent of change? Pikirin sendiri, krn setiap orang punya caranya masing-masing utk melakukan sesuatu. Klo menurutmu emang ada cara yg memungkinkan utk melakukan perubahan, secara bersama-sama ato individual, lakukan.

Ahh, aku ga menganjurkan untuk berdemo ria sih, coba aja pikir, dgn demo, (skrg ga cuma mahasiswa) orang-orang berteriak dsb dsb dari luar gedungnya pejabat, emang kedengeran? Katanya peduli lingkungan, tapi koq ban dibakar (zat-zat hasil pembakarannya kan bahaya)? Orang mau cari uang dihalang-halangin (jalan ketutup ama yg demo), demo diabaikan, harta orang lain dirusak, naa ai maraneh demo th dek ngabenerkeun nagara atawa ngajieun tambah ruksak? Maaf, itu opini juga pertanyaan bodoh dari ku, but well, as what I said before, klo emang memungkinkan utk melakukan perubahan, lakukan.

Kesimpulan (?)

Indonesia emang merdeka ampe saat ini, tp kayanya beberapa orang pengen “lebih merdeka” daripada yg lainnya, dgn cara ya itu tadi, ngambil kemerdekaan orang lain. Kita bisa melihat, memperhatikan, berbicara, diam, apapun tentang hal tersebut. Tapi gakan ada yg bisa terjadi klo kita cuma cicing dina luhureun suku *diam di atas kaki* kan? FYI, aku sendiri hanya bisa berbicara seperti ini lewat tumblr.com ini, berharap ada orang yg lebih baik daripada aku, lebih berani daripada aku, lebih sadar daripada aku, menjadi lebih agent of change yg sebenarnya. It’s not mean that aku duduk doang disini (walaupun diliat dari sisi manapun emang cuma duduk doang ==”), tp krn aku menemukan bahwa diri ku ini blm punya pemikiran yg mantep, keberanian yg cukup, bahasa yg lugas, pendirian yg tegas, (no, I’m not being pessimistic, I just realize what am I in this world) tp pasti selalu ada waktunya untuk menjadi seorang yg berguna utk sesama, dan akan lebih bagus lagi jika berguna untuk kebaikan negara Indonesia tercinta ini.🙂